Nutrifood Learning Forum · 2026
Fenomena
Lipstick
Effect
Benarkah saat ekonomi sulit,
orang malah makin boros pada hal-hal kecil?
Berbasis data & riset · bukan sekadar katanya
Hari ini kita akan bahas
Empat Pertanyaan Besar
1
Apa itu Lipstick Effect dan mengapa relevan sekarang?
2
Apakah ledakan coffee shop Indonesia adalah lipstick effect?
3
Apakah pertumbuhan skincare Indonesia adalah lipstick effect?
4
Kapan lipstick effect benar-benar terjadi? Apa syaratnya?
Titik Awal
"
Indonesia adalah negara dengan
kedai kopi terbanyak kedua di dunia
…dan itu karena lipstick effect.
— Klaim yang viral di media sosial
?
Benarkah
peringkatnya?
?
Benarkah karena
lipstick effect?
Fakta #1
Bukan Kedua —
Indonesia Nomor Satu!
461.991
kedai kopi · Data OSM, Nov 2025
🇮🇩 Indonesia 461.991 🇨🇳 China ~190.000 🇺🇸 USA ~145.600
Sumber: OpenStreetMap POI via SCAI, Nov 2025
Ranking coffee shop dunia
Lipstick Effect Indonesia
Definisi
Apa itu
Lipstick Effect?
Ketika orang tidak mampu membeli kemewahan besar, mereka beralih ke kemewahan kecil yang terjangkau — untuk menjaga kepuasan psikologis.
"Penjualan barang mewah besar turun, tapi penjualan lipstik justru naik."
Leonard Lauder, Estée Lauder — Resesi 2001
Konsep ini kini meluas ke: kopi premium, cokelat, parfum, skincare, streaming.
Konteks
Ekonomi Indonesia 2024–2025: Siapa yang Tertekan?
Kelas Menengah Menyusut
0 20jt 40jt 60jt 57,3 jt 2019 47,85 jt 2024 Menyusut −9,45 jt (−16,5%)
Pergeseran Pengeluaran Diskresioner (2019 → 2024)
Kosmetik & Skincare ↑ NAIK
2019: 16,6%
2024: 23,2%
Elektronik ↓ TURUN
2019: 2,89%
2024: 1,95%
Pakaian ↓ TURUN
2019: 2,84%
2024: 2,25%
PHK 2024: +77.000 pekerja
% dari total pengeluaran diskresioner
Kasus 1
Coffee Shop: Data Bicara Apa?
Estimasi Kopi Kenangan — Revenue (USD)
$0 $50M $100M $150M $93,3M 2022 $106M 2023 $140M* 2024 *proyeksi · ~+13% omzet per gerai per tahun
✓ Data yang tersedia
Jumlah gerai terus bertambah · Proyeksi CAGR ~10% · Bukti visual anekdotal — kafe penuh, antrian panjang
✗ Data yang TIDAK tersedia
Rata-rata omzet per gerai (seluruh industri) · Same-store sales growth · Data panel per konsumen individual
Tanpa data omzet UMKM, klaim lipstick effect di coffee shop tidak bisa diverifikasi.
Analisis Kritis
Tiga Lubang dalam Narasi Coffee Shop
Tren Struktural
Pertumbuhan coffee shop dimulai sebelum tekanan ekonomi terkini. Urbanisasi, demografi Gen Z, dan ekspansi brand lokal adalah penjelasan yang jauh lebih kuat. Mengatribusikan ke lipstick effect adalah logical fallacy.
Survivorship Bias
Kita hanya melihat kafe yang ramai, bukan yang tutup. Data Toffin Indonesia mencatat banyak coffee shop gulung tikar sementara pemain baru bermunculan. Kafe yang penuh ≠ omzet naik.
Target Menyusut
Kelas menengah urban — yang paling mungkin menunjukkan lipstick effect — justru menyusut 9,45 juta orang. Paradoks: target pasar yang diperlukan untuk efek ini semakin mengecil.
Kesimpulan untuk coffee shop: narasi menarik, bukti empirisnya tidak cukup kuat.
Kasus 2
Skincare: Di Sini Datanya Bicara
Pertumbuhan Kategori Skincare (Lebaran 2024 vs 2023)
Baby Lotion / Cream +84% Sunscreen +60% Serum & Essence +39% Skincare Keseluruhan +23% *Pelaku industri kosmetik: +77% dalam 4 tahun · 726 → 1.292 perusahaan (Kemenperin)
Skincare Indonesia
Inflasi tapi tidak lari
Inflasi perawatan pribadi: 3,56% (Q1 2024) → 8,71% (Q1 2025). Harga naik, konsumen tetap membeli.
Brand Lokal Naik Takhta
Skintific 🥇 · Wardah 🥈 · Ms Glow 🥉
menggeser L'Oréal & Maybelline di e-commerce.
Pertanyaan Kunci
Data Skincare Naik —
Tapi Mengapa?
Interpretasi A:
"Lipstick Effect"
Orang tetap membeli skincare meski ekonomi sulit karena ini kemewahan kecil yang menjaga kepuasan psikologis dan identitas sosial.
Interpretasi B:
"Trade-Down"
Orang berpindah dari brand premium internasional ke brand lokal yang lebih terjangkau — bukan menambah belanja, tapi menggeser.
Tanpa data survei panel per individu, keduanya bisa benar sekaligus.
Perbandingan
Coffee Shop vs Skincare: Siapa Lebih Kuat?
Aspek
☕ Coffee Shop
✨ Skincare
Data omzet publik tersedia
Pertumbuhan terbukti saat krisis
Domain asli lipstick effect
Indikasi trade-down
Kekuatan bukti lipstick effect
Lemah
Moderat–Kuat
Framework
Kapan Lipstick Effect Benar-Benar Terjadi?
Harus Ada Substitusi
Bukan sekadar konsumsi yang bertahan — tapi orang yang tadinya beli barang besar mengalihkan uangnya ke produk kecil.
Zona Harga yang Tepat
Terlalu murah = kebutuhan, bukan kemewahan. Terlalu mahal = ikut dipangkas. Zona aman: Rp 20.000–200.000.
Segmen yang Tepat
Efek bekerja pada yang cukup tertekan untuk pangkas belanja besar, tapi masih punya sisa untuk kemewahan kecil.
Nilai Sinyal Sosial Tinggi
Lipstik, kopi di kafe, skincare premium — bukan hanya produk tapi identitas yang terlihat. Efek bekerja selama ini masih dianggap keren.
Tidak Ada Substitusi Murah Setara
Coffee shop rentan karena warkop & kopi sachet memberikan pengalaman serupa, jauh lebih murah. Skincare lebih terlindungi.
Zona Harga Lipstick Effect
ZONA LIPSTICK EFFECT Rp 2rb Rp 20rb Rp 200rb Rp 1jt+
Catatan Metodologi
Apa yang Tidak Bisa Kita Simpulkan dari Data Ini?
Data Agregat, Bukan Panel
Sebagian besar data adalah agregat, bukan data panel per individu. Untuk membuktikan lipstick effect secara ketat, dibutuhkan survei longitudinal yang mengikuti perilaku konsumen yang sama dari waktu ke waktu.
Bias Musiman & Channel
Data pertumbuhan skincare mayoritas dari periode Lebaran (peak season) dan platform e-commerce. Keduanya bisa overrepresent pertumbuhan versus kondisi sepanjang tahun dan seluruh channel.
Banyak Penjelasan Alternatif
Pergeseran brand lokal vs global bisa punya banyak penjelasan di luar lipstick effect: marketing campaign lebih agresif, lonjakan konten TikTok yang mempromosikan produk lokal, atau sekadar pricing lebih kompetitif.
Data Coffee Shop Terfragmentasi
Tanpa data omzet rata-rata per gerai yang komprehensif (terutama UMKM), pernyataan tentang lipstick effect di coffee shop tidak bisa dibuktikan maupun dibantah secara empiris.
Penutup
Tiga Hal yang
Perlu Kita Ingat
Coffee Shop
Tren struktural — bukan lipstick effect. Bukti empiris tidak cukup kuat.
Skincare
Moderat–kuat. Tapi trade-down vs lipstick effect masih ambigu tanpa data panel.
📊
Pelajaran
Korelasi ≠ kausalitas. Selalu tanya: di mana datanya, siapa yang mengukur, apa yang tidak diceritakan?
"Kafe yang terlihat penuh belum tentu omzetnya naik.
Sebelum menerima pernyataan sebagai fakta, tanya:
di mana datanya?"
Sumber: ikanx101.com/blog/lipstick-effect/ · Data: OSM, LPEM FEB UI, NielsenIQ, Kemenperin